Senin, 16 Mei 2011

love ♥

i just got it from my friend's blog, ayak, and then, there's a bumble sign there, "CLICK".
so i clicked it, and the computer was loading ....... umaga! this's heaven of food i've ever seen! wakakaka
check it out guys!
anyway, after searched for a long time, i got the sweetest one, i though

aren't they sweet, eh?

Kamis, 12 Mei 2011

randomisasi

free glitter text and family website at FamilyLobby.com
why do i keep stay away from you, if it only hurts me?
i do loving you too much

the struggle

his, butuh waktu lama buat ngembaliin tampilan blogger di jalur normal.
tadi pas ide-ide dalam kepalaku lagi melonjak-lonjak minta segera disalurin, eeh nih blog jadi goblog -.-
umaga! sekarang ide-ide itu lenyap sedikit demi sedikit. GREAT.

tapi, secercah harapan muncul waktu aku berhasil ngebuka blogku (laennya) di blogdetik.
ide menulis itu sungguh mengalir deras, memenuhi otakku, membanjiri tiap neuron-nya, dan terus menjalari tiap helai dendritnya *halah*
ha!
tampilan blogdetikku udah terpampang di depan mata, aku klik new post, dan terhamparlah selembar kertas postingan putih bersih yang masih kosong melompong.
begitu semangatnya aku pengen ngisi blog, sampe2 aku nggak sadar kalo tab bloggerku kepencet dan ... wohoo! my blog's coming back! mumumuaaahh deh.
ternyata udah waras dan nggak menjengkelkan lagi. fiuuuh ...

##

puas ngomel2 sendiri tanpa arah dan tujuan yang jelas, sekarang aku siap untuk ngeblog!
haaaaaaatchi ! ups maaf itu tadi cuma check sound sebentar.
nah ya, sekarang akyu mau cerita :)))))))))

jadi, selama hampir satu setengah jam pertama aku berkutat di depan kompiku, hasil itu masih juga menunjukkan tanda-tanda kenihilan.
udah aku cari kemance-mance, sampe ngetik namanya di google segala, tapi masih nggak nemu. beuh melelahkan.
tapi, aku terus semangat berjuang. rasanya penasaran bangeeeet nget nget.

dan, tiba2 ada sinar2 kemenangan gitu deh di mataku waktu aku nemu blognya salah satu kakak kelas yang sekelas sama si mas! awwwwww !!
langsung aja, pencarian cinta dimulai ....... wakakakakak

##

jam udah nunjuk ke angka setengah 6, waktu akhirnya, kata kunci yang aku ketik di google membuahkan hasil.
namanya si mas menuntun aku menulusuri blog salah satu mbak-mbak sekolahku.
aku lupa namanya siapa, hehe (gak tau terima kasih) tapi aku tau mbaknya yang mana.
padahal yaa, pas blognya si mas tak cari di blognya anak2 cowok kelasnya, itu blog nggak ada. eeh ini, ada di tempat yang terpencil banget nemunya --

then ... JENG JENG JENG JENG.
ha! aku langsung lompat-lompat girang di kursi. hap hap hap! aku nari-nari gila dan ketawa2 penuh semangat.
JDUK! nah ini akibat lompat-lompat terlalu girang. kakiku sukses njeduk meja. yah, tapi rasa lega-ku nemuin blognya si mas bikin sakit kakiku terasa hambar. wakakaka *salah nggombal*
at least, aku buka2 deh blognya, mbacain tulisannya yang hampir semuanya dibahasakan berasaskan BAHASA JAWA. muatek nggak seeh =.=
aku mati-matian ngartiin tulisannya. duh menguras banyak ATP.

##

puas melototin foto-fotonya (walopun dikit) dan ngubek-ngubek isi blognya, aku bookmark deh di kompiku.
biar selalu inget kalo aku punya blognya dia, hahahahaha gak puenting tapi suka :D
yah mungkin aja kan, tiba2 dia mosting apaa gitu kek di blognya, kan lumayan, jadi pembaca pertama. aww ^_^

##

tiap perjuangan yang bener-bener diperjuangkan, nggak akan pernah sia-sia.

Senin, 09 Mei 2011

♥ our first love ♥

when love comes hurting us, slowly but deep, abstrac but strong, unpredictable but definite.
then, if every its steps makes each other in pain, should we keep this love?
even if this's our firts?

NO, IT'S NOT. SERIOUSLY.

##

disaat aku masih kecil, aku mengenal seorang anak perempuan yang tak pernah ku tau sebelumnya.
suatu ketika, aku melihatnya. saat itu, tiba-tiba ada perasaan aneh yang muncul. aku ingin mengenalnya.
dan saat aku berkenalan dengannya, entah kenapa, aku semakin ingin lebih mengenalnya.
ya, lebih dari sekedar tau satu sama lain.

aku ingin mengenalnya lebih jauh, makin jauh dan sangat jauh, jauh hingga tak ada ruang tersisa untuk tak mengetahui segalanya tentang dia.
namun, setelah itu, perasaan itu kian menghebat.
aku tak pernah mengerti, kenapa selalu ada angin yang mendesir, hingga aku ingin mendekatinya.
ingin selalu berada di dekatnya, hingga tak ada lagi celah antara aku dan dia.

lama kelamaan, perkenalan yang biasa itu berubah.
berubah jadi rasa yang tak biasa.
ya, ku kira aku jatuh cinta padanya.
dan akhirnya, kuputuskan untuk bicara padanya bahwa aku menyukainya.

entah darimana asalnya, tapi perasaan ini sungguh indah.
hatiku nyaman bersamanya saat dia jadi milikku.
hari-hari terasa begitu ringan untuk dilewati, asalkan dia selalu di sampingku.
hm, padahal waktu itu kita berdua masih kecil.
hahaha, ya mungkin memang ini yang namanya cinta monyet.

tapi, saat kenaikan kelas, semuanya hancur.
perasaan-perasaan itu, hari-hari indah itu, telah jadi keping kaca yang berserakan.
dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya.
meskipun aku tetap berusaha untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala, tapi dugaanku bahwa hal itu bisa teratasi, ternyata salah.

dia bilang kalo aku terlalu deket sama cewek lain.
padahal, sesuai kenyataan yang menurutku benar adanya, aku nggak ada apa-apa sama cewek yang dia maksud.
aku nggak tau lagi harus berkata apa. karna semua penjelasanku dianggapnya angin lalu.

keputusannya sudah sangat bulat.
dan semuanya sungguh sia-sia.
tapi, meskipun sepenggal kisah itu cuma cinta monyet, buatku, itu adalah masa lalu yang berharga dan takkan bisa aku lupakan.
karna dialah cinta pertamaku !

hingga sampai saat ini, pikiranku tak pernah bisa lepas dari bayangnya.
apalagi, setelah beberapa waktu lalu, aku melihatnya di sebuah tempat wisata di luar kota.
kerinduan itu ada, dan masih sangat terasa ketika kami berdua kembali dipertemukan waktu.

sayangnya, kesadaranku kini mulai pulih.
aku harus bisa menerima kenyataan bahwa dia sekarang sudah besar.
dia pasti bisa memilih siapa yang pantas untuknya.
dan tentunya, aku nggak bakal pernah tau siapa orang itu.

mungkin sekarang, aku hanya bisa bilang, "berbahagialah kamu dengan orang yang kamu cintai saat ini"


##

kamu udah menghabiskan 3 lembar short messages untuk mengingatkanku akan masa kecil kita.
tapi text itu masih belum cukup.
sehelai kertas ini pun, takkan mampu melukiskan semuanya.
semua yang aku dan kamu lalui, semuanya.
andai aja kamu tau, perasaan itu masih ada.
perasaan itu masih aku simpan baik-baik.
dan nggak ada niatan sedikitpun buat menghapusnya.

cause you're my first love too, if only i could have told you :')

##

"Bolehlah ngelupain kebersamaan kita dengan seseorang, tapi cukup sampe angka 90% aja,"
"Kenapa gitu?"
"Gimanapun kacaunya hubungan itu waktu berakhir, 10%-nya adalah moment-moment terindah yang pernah mereka dan pasangan mereka alami,"


_ChikAray_


FIN

Rabu, 04 Mei 2011

randomisasi

Chika : aku nggak pernah sesedih ini sebelumnya

Aray : sedih yang gimana maksudnya?

Chika : ya sedih yang sedih banget

Aray : masih banyak lho yang ngerasain sedih banget yang lebih sedih banget dari yang kamu rasain sekarang

Chika : ngomong apa sih? nggak jelas

Aray : hanya aku dan Tuhan yang tau

Chika : ..............

Aray : aku nggak pernah sebahagia ini sebelumnya

Chika : bahagia yang gimana maksudnya?

Aray : ya bahagia yang bahagia banget gitu

Chika : emang banyak banget ya orang yang bahagia diatas kesedihan orang lain ..........

Aray : bodoh. aku bahagia bukan karna kamu lagi sedih

Chika : terus apa kalo bukan?

Aray : aku bahagia karna ........ karna disaat kamu sedih kayak gini, kamu percaya aku bisa nyembuhin kesedihan kamu, meskipun cuma duduk diam dan ndengerin semua keluhan kamu meluncur gitu aja

Chika : .................

SweetStory

Chika mengusap pipinya yang basah. Ia kemudian tersenyum. Sedetik kemudian malah tertawa pelan. Lalu tertawa keras. Semakin keras dan keras. Aray hanya memandangi Chika dengan rasa heran.

Baru saja Chika putus. Cowoknya bilang dia bosan menjalani hubungan yang katanya hambar itu.
Ya, nggak pernah jalan berdua, nggak bisa ketemuan, nggak punya kesempatan nonton film bareng, banyak deh. Taulah, Chika kan emang lagi sibuk ngurusin ujian sekolahnya. Dan, dia pikir, cowoknya juga mungkin aja lagi sibuk belajar buat ujian akhir. Mereka berdua kan sama-sama kelas 3.

Tapi ternyata perkiraan Chika meleset jauh.
Meskipun dia sayang banget sama cowoknya itu, urusan perasaan kan nggak bisa dipaksain.
Cowoknya milih buat pisah dari Chika.

"Ka?" Chika menoleh pelan kearah Aray yang duduk termangu disebelahnya.
Sekarang ini, Chika baru aja selesai menumpahkan unek-unek, kesedihan dan kemarahannya.
Curhat gitu bahasa gaulnya. Yang nampung ya pasti Aray, satu-satunya orang yang selalu setia disisi Chika.
Chika tersenyum kecut, lalu menjawab "Ya?"

Aray menatap Chika penuh pertanyaan, hingga akhirnya Chika menyerah untuk terus tersenyum nggak jelas kayak gini. Ia mendesah pelan. Kepalanya tertunduk memandang tanah yang tergores-gores gerakan maju mundur kakinya. Sejurus kemudian, Chika menengadahkan kepala dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. "Kacau banget ya aku?" Chika mengusap pipinya yang mulai basah lagi. Aray tersenyum, "Aku nggak bilang gitu lo ya. Kamu sendiri yang nganggep kamu berantakan"

Chika tertawa hambar. Tangannya menggapai angin semilir yang meniup rambut panjangnya.
"Kamu pernah ngerasain sakit yang amat sangat nggak, Ray?" Chika memungut daun kering yang mulai berguguran di depannya. Ia melipat-lipat tulang daunnya hingga menyisakan gores-gores getah di jarinya.
"Kamu pernah nggak sih patah hati? sama cewek? hmpfh .. ehehe" Aray tertawa pelan, "Aku patah hatinya sama cowok, hahahaha"
Chika tersenyum, "Siapa? jangan-jangan Pak Pentol di depan sekolah itu ya? hahahaha"

Aray mendesah, "Hm ... pernah. Tapi, aku anggep aku nggak pernah patah hati"
Chika menoleh kearah Aray dan mengguncang bahu Aray lemah, "Kok nggak pernah cerita? Jahat, pake rahasia segala" katanya sambil cemberut dan menyobek-nyobek daun kering ditangannya.
Aray melirik sekilas kearah Chika, tapi kemudian berkata, "Selagi aku masih kuat buat menahannya sendiri, aku nggak akan pernah bikin orang lain ngerasain sakitnya juga. Apalagi orang yang aku sayang"

Mata Chika mengerjap pelan. Lamat-lamat diliriknya Aray.
"Kamu ... eng, itu .. sama aku? Eurr.."
Chika gelagapan dan kemudian memutuskan untuk diam. Ia menunggu Aray bicara lagi. Ya, biar semuanya jelas dan nggak menimbulkan makna konotasi kayak gini.
"Itu apa? Jangan ge-er deh Chikaaa" Aray menyikut lengan Chika pelan, kemudian tertawa.
Chika cemberut, "duh, nyebelin banget" dihentakkannya kaki mungilnya ke tanah, hingga debu-debu kecil berhamburan dan terbang terbawa angin sore itu. Ia berdiri dan berjalan menjauh.
Aray mencekal tangan Chika cepat. Ditariknya cewek itu kembali duduk ke bangku taman.
"Nggak usah merajuk, muka kamu tambah jelek" Chika kembali beringsut menjauh dari Aray. Tapi cowok itu dengan sigap menarik tangan Chika mendekat.

"Aku yakin kamu tau yang aku maksud, Ka," Wajah Aray berubah serius.
Tangannya terus menggenggam tangan Chika. Sedangkan tangan satunya terkepal di balik bangku taman. Kelihatan sekali dia sedang mencoba menahan sesuatu supaya nggak meluncur gitu aja dari mulutnya.
Chika melunak, matanya sendu, "Ya, aku ngerti"
Lama, Aray menatap Chika hingga mentari tinggal sepertiga muncul di balik awan. "Terus?"
Chika mendengus, "Kok nanya aku?"

"Ya katanya kamu ngerti. Gimana sih," Aray menarik Chika mendekat.
"Tapi aku nggak bisa gitu aja kan ngelupain cowok itu dalam waktu singkat. Jadi yaa ... kan nggak bisa cepet-cepet, Ray. Jadi, ehm, aku kan jadinya nggak bisa gitu, Ray. Kan aku ..."
"Duuh, berisik banget sih kudanil satu ini. Ge-er lagi kan," kata Aray sambil menjitak kepala Chika.
"Ya abisnya, daritadi omonganmu nggak jelas terus sih. Nyebelin!" Chika mengusap kepalanya yang tadi kena kutuk Aray. "Jangan pegang-pegang rambut! Abis shampoan nih aku!" katanya ketus

"Iyuh, pake shampo kucing aja gayanya selangit, hahaha"
Chika cemberut lagi, "Jadi?" Aray menoleh kearah Chika, "Seringkali orang-orang menghabiskan waktunya buat ngelupain seseorang yang pergi ninggalin mereka. Padahal harusnya kan nggak perlu kayak gitu juga kalee," kening Chika berkerut penuh tanda tanya.
"Bolehlah ngelupain, tapi cukup sampe angka 90% aja,"
"Kenapa gitu?"
Aray tersenyum, "Gimanapun kacaunya hubungan itu waktu berakhir, 10%-nya adalah moment-moment terindah yang pernah mereka dan pasangan mereka alami,"
Chika manyun, "Sok filosofis"
"Nggak percaya?" Aray menantang Chika yang termangu.
"Bukti!" Chika tersenyum penuh kemenangan. "Gampang," balas Aray
"Caranya?" Chika terlihat kebingungan. Aray menepuk punggung tangan Chika lembut, kemudian berdiri dan mengulurkan satu tangannya kearah Chika, "Hm?"
Tapi Chika masih bertahan di bangku taman.

Chika bengong nggak ngerti. Tapi kemudian Aray berkata, "Nggak ada salahnya kan langsung dicoba?"
Seulas senyum mengembang di bibir Chika, "Kita coba?" Aray mengangguk pasti, "Ya. Aku bakal ngebantu kamu mencapai angka 90% itu"

##

Senja kala itu begitu indah, ketika kita bisa mengerti arti penting sebuah keihklasan.
Meskipun awalnya terasa amat berat dan meninggalkan bekas luka yang amat sakit, berilah waktu pada diri kita sendiri untuk sekedar bertanya, "Bukankah ikhlas itu indah?"
("~_~")

...






*jerawat oh jerawat, pergilah dari kehidupankuuuuu*

dan singlet pun cinta bully


ini fotoku sama fotonya bunglon peliharaanku.
nama aslinya sih Singlon, nama dari laras nih.
tapi, nasib si Singlon ini nggak bagus.
dia juga kena kutukanku, yaitu berubah nama.
SINGLET. itu nama dari akyu. keren kaaan v(^_^)=`3

eniwei, yang lagi 'disayang' sama si Singlet, itu peliharaanku juga lho *abaikan* . ehem, balon peliharaan maksudnya. namanya Bully.
dulu dia gendut, gede gitu, terawat lagi *gaknyantai*
tapi sayang, nasibnya berakhir tragis, kempes gara2 diremukin sama laras -.-

meskipun dia udah kempes, aku dan singlet tetep cinta sama bully.
unyu banget kaan? (♥u♥)

randomisasi


*bully-ku kempes*

ketika kau menyapa

pertama dikasih tau temenku, tio, aku nggak ngeh blas nih lagu apaaan yaa kok nggak terkenal.
yang nyanyiin aja aku nggak pernah denger namanya, Soulful Corp.
eeh ternyata aku yang ndeso -________-

jadi ya, ini lagu recycled dari lagunya marcell dengan judul sama.
alhasil, nggak susah nyari empe3 nya.
pas donlotan udah kelar, aku nyoba dengerin lagunya.

........... 1
........... 2
........... 3

ealah, lagu iki taaa (~oo~)
enak enak enak. enak banget looohh (^^)==`3
pantesan si tio milih lagu ini buat ngisi acara di MK SMASA *numpang promosi*

tapi, ada kendala yang lumayan gede.
CHORD-nya apa yaaaaa?
aku nyari dari kemaren gak dapet2.
nanya paman google juga, dia nya nggak ngerti. duuh bikin frustasi

tapi, buat sementara aku tau dan apal lagunya aja dulu.
mending gitu kan, daripada nggak bisa apa-apa blas *nggak mau disalahin*


#Soulful Corp - Ketika Kau Menyapa

di sudut hariku
kau datang hadir sentuh
hampaku

yang dulu tak pernah
kucari kini menghampiri
sinarilah aku mentari

hangatkan relung-relung jiwaku
dan kini kusadari (oh ...)
kekasih kau tercipta untukku


ketika kau datang
buyarkan jenuhku
senyummu candamu (tawamu)
hangatkan mimpiku


cinta datang tiba-tiba
cinta adalah anugrah yang Kuasa
cinta takkan sia-sia
ketika kau menyapa (ketika kau ada)


*dan bahkan sebelum sholat maghrib, aku sempet ndengerin lagu ini dulu*